Rabu, 03 Juli 2013

Sahabatku Mencintainya (Chapter 3) Author by ElsaFe

(waaah dia nanya nama guee) ucap Maura dalam hati. Sambil mengulurkan tangan kanannya
‘ohiya, kenalin ka nama aku Maura, aku kelas 10-b’ ucapnya sambil menunjukkan senyum manisnya

Membalas uluran tanggan Maura ‘ohh, hai Maura akuuu…’

‘Ray si ketua osis dari kelas 11-e kan kaa?’ ceplos Maura memotong ucapan si ketua osis

‘hahaha iyaap, kamu tau banget yaaah tentang aku’ jawab Ray sambil sedikit tertawa

‘iyadong ka, siapasih disekolah ini yang gak tau dan gamau tau tentang kaka selaaiiiinnn’ ucapan Maura terputus

‘Selainn siapa Ra?’ Tanya Ray penasaran

‘selain sahabat aku kaa, ahahaha dia emang agak aneh, selalu sensi sama cowok, jutek banget’ jawab Maura

‘ohahaha gitu yaah, hmm yaudah sekarang kamu masuk kelas gih 5 menit lagi bel masuk loh’ ucap Ray

‘hmmm iya deh kaa, aku ke kelas dulu ya ka, makasih untuk waktu ngobrolnya hehee’ ucap Maura dengan nada malu malu

‘ iya sama – sama Ra, makasih juga ya kadonyaa’ Jawab Ray sambil memperlihatkan senyuman termanisnya yang membuat Maura semakin kelepek kelepek


*kriiinggg kriiingggg (Bel istirahat pun berbunyi)

Prissy dan Maura bergegas menuju kanting mengisi perut mereka yang sudah karaokean.

#Di kantin

‘Ra, tadi gue liat lo bawa bawa kado ke lt.3 gitu, lt.3 kan kelas 11, pasti kadonya buat si ketua osis itu yaa?’ Tanya Prissy penasaran

‘hmmm iya Sy, kado buat dia hehe’ jawab Maura

‘ngasih kado apaan lo?’ Prissy

‘Adadeeehhh, kepo bingit sih luu’ ucap Maura meledek

‘yehh taudeh yang hatinya lagi penuh taman bunga’ Prissy

‘hehe bisa aja lo ah, yaudah yuk pesen makan’ Maura


‘yukkk’ Prissy

Sahabatku Mencintainya (Chapter 2) Author by ElsaFe

‘iiihhh kebiasaan kan tuh penyakit lupa gak ilang ilang dari smp, ya certain tadi kenapa lo melamun’ balas Prissy dengan nada agak kesal‘ ohh ituuu, iya tadi gue itu ngeliatin ketua osis kita sy, perfect banget, udah ganteng, ramah, pinter, ketua osis pula. Bisa gak ya gue buat dia naksir sama gue? Ehehe’ jawab Maura seakan akan berandai
‘yaelaaah itu toh yang bikin sahabat gue ini jadi ngelamun gajelas. Ra, dengerin gue ya, nobody’s perfect. Se- sempurnanya dia dimata lo tetep aja pasti ada kekurangannya’ ucap Prissy‘iyaiya gue juga tau kok, kan cuma ungkapan rasa kagum aja sy, lagian lu ini kenapasih setiap gue cerita tentang cowok bawaannya sensiii aja’ Maura‘yee siapa yang sensi, kan gue ngingetin doang Raa’ Prissy‘tapi dia beda sy, beda dari cowok lain, walaupun dia ganteng tapi dia jarang pacaran, gatau deh alasannya apa’ Maura‘yeee sotau lu ah, tau darimana coba’ Prissy‘emang gue tau kali sy, banya ko yang tau tentang dia di sekolah ini’ Maura‘yaudahdeh terserah lo princeesss, lanjut aja makannya nanti keburu masuk lagi’ PrissyMereka pun menghentikan pembicaraannya dan melanjutkan makan mengingat waktu istirahat terbatas.
Singkat cerita masa orientasi pun selesai, hari ini adalah hari pertama mereka resmi mengenakan pakaian putih abu abu dan resmi sebagai siswi SMA PURNA BANGSA.
Pagi ini Prissy melihat Maura datang ke sekolah membawa sebuah kotak kado, jika ditanya sudah pasti itu untuk sang ketua osis. Maura pun tak langsung menuju ke kelas, ia pergi ke kelas 11-e dimana itu adalah kelasnya sang ketua osis.‘hmmm, ka, boleh keluar sebentar?’ ucap Maura yang berdiri didepan pintu kelas 11-e‘iyaa, kenapa ya dek?’ ucap sang ketua osis sambil bangkit dari kursinya dan menuju ke depan pintu‘aku punya ini ka untuk kaka, terima yaa’ ucap Maura sambil mengulurkan tangannya yang memegang kotak kado tersebut‘ini apa ya dek?  Untuk apa?’ ucap ketua osis tersebut dengan nada bingung‘ini gift dari aku untuk kaka, yaa sebagai tanda perkenalan untuk lebih dekat aja kok ka hehe’ ucap Maura sedikit malu ‘ayo diambil ka’Sambil mengambil pemberian Maura ‘hmm okee, makasih yaa dek, btw nama kamu siapa dan dari kelas berapa ya?’ 


Sahabatku Mencintainya (Chapter 1) Author by ElsaFe

Prissy dan Maura, mereka adalah dua orang sahabat yang memiliki karakter sangat berbeda. Prissy yang memiliki gaya santai dan cuek di kesehariannya, hmm agak sedikit tomboy. Sedangkan Maura yang feminin dan sangat lembut. Walaupun karakter mereka sangat berbeda, tapi mereka tak ragu  untuk menyebut hubungan mereka itu sebagai persahabatan. Tapi, disetiap persahabatan pasti akan ada yang namanya cobaan, cobaan itu datang untuk menguji seberapa kuat ikatan persahabatan mereka, semuanya tergantung pada diri masing masing, jika tetap mempertahankan ego, tentu saja besar kemungkinan persahabatan itu akan hancur, tapi dalam cerita ini, persahabatan Prissy dan Maura yang bahkan tinggal di ujung tanduk tetap bisa bertahan. Apakah masalah yang membuat persahabatan mereka hampir tak ada harapan lagi??

Yap, kita mulai chapter 1………


Prissy dan Maura baru saja menduduki bangku SMA, yap mereka berada di bangku sekolah yang sama lagi, SMA PURNA BANGSA nama sekolah mereka. Meraka sangat senang mengetahui bahwa nama mereka sama - sama berada dalam daftar siswa baru di SMA tersebut.
Hari berikutnya, mereka mulai mengikuti kegiatan MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru).
Saat itu pandangan Maura tertuju pada satu arah, yaitu arah selatan dimana tepat tempat sang ketua Osis berdiri, Maura diam tak berucap sepatah kata pun, Prissy yang mengetahui sahabatnya sedang melamunpun kemudian mengagetkannya, saat itu Maura langsung mengalihkan pandangan dan dengan tak sengaja menjatuhkan buku dan kotak pensil yang dibawanya.
‘Kenapa sih lo? Pagi pagi ngelamun ajee, kesambet baru tau rasa lo’ ucap Prissy dengan nada bicara seakan meledek
‘engg.. engga engga kepo dehh’ jawab Maura dengan cara bicaranya yang lembut
‘yeee kepo itu tanda care kali ra’ ucap Prissy
‘Iya iya udah ya nanti gue pasti certain, tapi jangan sekarang, udah yuk gabung sama yang lain’ jawab Maura kembali
Maura pun menggandeng Prissy dan membawanya pergi dari tempat sebelumnya menuju lapangan tempat peserta didik baru berkumpul.
Singkat cerita bel istirahatpun tiba, peserta didik baru diperbolehkan untuk makan dikantin. Sama seperti peserta didik baru yang lain, Maura dan Prissy pun berusaha untuk tak canggung dengan suasana kantin baru sekolah mereka. Setelah membeli makanan merekapun duduk di meja makan kantin yang disediakan.
‘Ra, ayodong certain yang tadiii’ ucap Prissy menagih perkataan Maura sebelumnya

‘Ceritain apaa?’ jawab Maura yang sedang asik menuangkan sambal ke mangkuk baksonya 


Wanna next? Just comment:)