Prissy dan Maura, mereka adalah dua orang sahabat yang
memiliki karakter sangat berbeda. Prissy yang memiliki gaya santai dan cuek di
kesehariannya, hmm agak sedikit tomboy. Sedangkan Maura yang feminin dan sangat
lembut. Walaupun karakter mereka sangat berbeda, tapi mereka tak ragu untuk menyebut hubungan mereka itu sebagai
persahabatan. Tapi, disetiap persahabatan pasti akan ada yang namanya cobaan,
cobaan itu datang untuk menguji seberapa kuat ikatan persahabatan mereka,
semuanya tergantung pada diri masing masing, jika tetap mempertahankan ego,
tentu saja besar kemungkinan persahabatan itu akan hancur, tapi dalam cerita
ini, persahabatan Prissy dan Maura yang bahkan tinggal di ujung tanduk tetap bisa
bertahan. Apakah masalah yang membuat persahabatan mereka hampir tak ada
harapan lagi??
Yap, kita mulai chapter 1………
Prissy dan Maura baru saja menduduki bangku SMA, yap mereka berada
di bangku sekolah yang sama lagi, SMA PURNA BANGSA nama sekolah mereka. Meraka
sangat senang mengetahui bahwa nama mereka sama - sama berada dalam daftar siswa
baru di SMA tersebut.
Hari berikutnya, mereka mulai mengikuti kegiatan MOPDB (Masa
Orientasi Peserta Didik Baru).
Saat itu pandangan Maura tertuju pada satu arah, yaitu arah
selatan dimana tepat tempat sang ketua Osis berdiri, Maura diam tak berucap
sepatah kata pun, Prissy yang mengetahui sahabatnya sedang melamunpun kemudian
mengagetkannya, saat itu Maura langsung mengalihkan pandangan dan dengan tak
sengaja menjatuhkan buku dan kotak pensil yang dibawanya.
‘Kenapa sih lo? Pagi pagi ngelamun ajee, kesambet baru tau
rasa lo’ ucap Prissy dengan nada bicara seakan meledek
‘engg.. engga engga kepo dehh’ jawab Maura dengan cara
bicaranya yang lembut
‘yeee kepo itu tanda care kali ra’ ucap Prissy
‘Iya iya udah ya nanti gue pasti certain, tapi jangan
sekarang, udah yuk gabung sama yang lain’ jawab Maura kembali
Maura pun menggandeng Prissy dan membawanya pergi dari
tempat sebelumnya menuju lapangan tempat peserta didik baru berkumpul.
Singkat cerita bel istirahatpun tiba, peserta didik baru
diperbolehkan untuk makan dikantin. Sama seperti peserta didik baru yang lain,
Maura dan Prissy pun berusaha untuk tak canggung dengan suasana kantin baru
sekolah mereka. Setelah membeli makanan merekapun duduk di meja makan kantin
yang disediakan.
‘Ra, ayodong certain yang tadiii’ ucap Prissy menagih
perkataan Maura sebelumnya
‘Ceritain apaa?’ jawab Maura yang sedang asik menuangkan
sambal ke mangkuk baksonya
Wanna next? Just comment:)
Wanna next? Just comment:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar